Sudah lama tidak menulis lagi.
Kali ini setelah beberapa bulan lewat, akhirnya di pertengahan 2008 saya mulai menulis lagi.
Aneh rasanya.
Bingung menuliskan apa, karena jiwa sedang dalam kondisi sehat.
Biasanya jika sedang miring lebih banyak kata-kata tanpa makna yang menjadi rangkaian alfabet yang bermakna disini.
Clueless karena saat ini sibuk memaknai detik demi detik yang baru saja dilalui.
Justru hal itu tidak membuat saya tergerak untuk menuliskan sesuatu tanpa makna yang menjadi kaya makna seperti sebelumnya.
Ironis.
Ternyata jika saya sedang tidak miring tidak ada kesakitan serta kerinduan yang bermakna dalam tulisan saya.
Hasilnya? Yah seperti ini, kata-kata terlahirkan tanpa maksud serta arah yang jelas hanya untuk memancing saya memberikan sesuatu yang bermakna.
Mungkin seperti inilah manusia sakit yang lebih produktif jika dalam keadaan miring.
Normal? Terasa hambar dan menjemukan.
Kerinduan akan penderitaan, obsesi, kesunyian tidak terdapat dalam benak saya malam ini.
Saya menjadi robot yang digerakkan oleh pikiran yang sehat, di dalamnya mengalir arus positif, sedangkan saya merindukan arus negatif untuk membangkitkan keinginan impulsif.
Pikiran yang jernih?
Lebih baik lagi jika pikiran kusut karena sesuatu yang kusut membuat dahi saya berkerut, muka menjadi carut marut, sehingga rangkaian kata-kata yang terbaca lebih membuat kalang kabut.
Clueless. Mungkin sudah lama memanjakan diri dengan pikiran yang miring, lalu ketika menyadari bahwa kehidupan berjalan biasa tanpa drama membuat saya hilang asa.
Memang dalam kesakitan dan kemiringan terdapat jiwa yang kuat.
Saya kangen kamu, miringku...
9:21 pm
31/07/08